Jika wanita sudah bicara soal fashion, memang sepertinya tidak ada habisnya. Kemarin baru beli baju model terbaru, eh besoknya sudah keluar lagi baju-baju dengan gaya lebih baru yang bikin pengen beli lagi dan lagi.

Pertimbangan saya dalam membeli busana adalah harga, kualitas, dan model baju itu sendiri. Tapi yang nggak kalah penting adalah brand atau merek baju tersebut. Kalau saya tidak memikirkan hal-hal tersebut, baju-baju tersebut cenderung kurang memuaskan dan hanya memenuhi lemari saja. Soal harga memang berperan penting. Jadi nggak heran kebanyakan masyarakat lebih memilih baju murah. “Murah nggak apa-apa yang penting bisa dipakai,” kurang lebih begitu pendapat orang.

Sudah sekitar 4 tahun ini saya selalu membeli baju bermerek. Bukan karena ingin menonjolkan diri, tapi menurut saya ini adalah belanja cerdas. Sebenarnya beli baju bermerek itu bisa menghemat juga lho, bahkan bisa untuk investasi. Walaupun harganya lebih mahal, namun saya tetap bisa mendapatkan keuntungan. Nggak percaya?

1. Soal harga
Harga baju bermerek memang terkesan mahal. Tapi yang jelas prinsip ‘ada harga ada rupa’ berlaku di sini. Intinya, walaupun harga baju agak mahal, kamu bakal mendapat kualitas yang sepadan dengan harga. Daripada beli baju murah tapi langsung menyusut saat pertama kali dicuci, ya mending beli baju agak mahal.

Sedikit ilustrasi, coba saja hitung pengeluaranmu untuk sebuah celana jins bermerek dengan celana yang kamu beli di pasar. Misalkan saja, celana jins bermerek dibandrol dengan harga Rp 500 ribu, sedangkan celana dengan merek abal-abal dipatok di harga Rp 200 ribu. Kalau mau sedikit berhitung, kamu bakal lebih menghemat pengeluaran dengan membeli pakaian bermerek, contoh saja:

Harga celana jins non-merek: Rp 200 ribu
Daya tahan celana: 3 bulan

Dalam satu tahun, kamu bisa mengeluarkan Rp 600 ribu jika celana jins tersebut rusak dan menggantinya dengan jenis yang sama. Celana jins bermerek bakal lebih hemat karena daya tahannya yang kuat hingga bertahun-tahun.

Ada juga baju-baju karya para desainer fashion terkenal. Para desainer ini biasanya telah memiliki komunitas sendiri yang sangat mencintai brand tersebut. Menurut saya, mengoleksi baju-baju dari karya desainer akan sangat menguntungkan. Desainnya eksklusif, tidak pasaran, dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Baju-baju karya desainer bisa dijual lagi bahkan dengan harga yang lebih mahal dari harga tag. Pembeli biasanya rela untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit karena saking cintanya dengan brand tersebut. Hal ini sudah saya buktikan sendiri lho.

2. Tahan lama

 
Kualitas pakaian yang baik tentu berhubungan dengan daya tahan yang lebih lama. Pakaian bermerek bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Bahkan mungkin sampai kamu bosan memakainya.
Misalnya, celana jins bermerek bakal awet hingga bertahun-tahun tanpa kehilangan daya tahan bahannya. Celana jins abal-abal dibuat secara serampangan dan mengesampingkan estetika dan kenyamanan. Nggak jarang celana jins abal-abal menciut kala dicuci pertama kali atau kainnya mudah sobek dan berbulu.

3. Efek psikologis

Pakaian mencerminkan kepribadian dan menjadi pernyataan sikap si pemakai. Memakai pakaian bermerek tentu memiliki efek psikologis. Pasalnya, memakai pakaian branded bakal memberi rasa percaya diri lebih tinggi. Memakai baju dari brand yang sangat dicintai juga akan membuat pemakainya lebih senang.

4. Lebih gaya

Tidak bisa dipungkiri, perusahaan baju bermerek pasti selalu terdepan dalam menciptakan tren pakaian. Banyak inovasi desain yang unik dan menarik dengan kualitas bahan yang mumpuni. Bahkan baju-baju dari merek terkenal juga banyak jiplakan atau versi KW nya lho. Pakaian non-branded biasanya hanya mengekor dengan meniru desain yang sudah ada, namun kualitasnya tentu tidak sama dengan yang branded.

 

Kesimpulannya, harga pakaian bermerek memang relatif mahal. Tapi ada investasi di balik membeli pakaian tersebut yaitu manfaat yang sebanding dengan kualitasnya. Membeli baju mengikuti model terbaru memang sah-sah saja. Hanya saja kita tetap harus memerhatikan pengeluaran. Jangan sampai uang habis cuma buat bergaya mengikuti tren.

Berinvestasi di barang bermerek memiliki keuntungan sekaligus kelemahan. Keuntungannya berasal dari sisi return investasi. Artinya, dari barang investasi tersebut kita bisa memperoleh penghasilan, bahkan bisa menutup nominal yang kita keluarkan pada saat membelinya.

Sedangkan kelemahannya, barang bermerek haruslah mendapat perawatan telaten dan seksama. Tak hanya itu, kita juga harus jeli melihat tren dan mengira-ngira item mana banyak diminati. Jika tidak jeli maka akan membuat si pelaku investasi tidak bisa memasang harga tinggi karena khawatir barangnya tidak laku terjual.