Hari ini saya melakukan perjalanan ke Surabaya dari Jombang. Awalnya tidak ada masalah apa-apa dari saat check in. Sampai muncul masalah saat ada penumpang lain yang nomor tempat duduknya sama seperti pada tiket milik saya.

Jam delapan pagi, saya naik kereta api dengan tujuan Surabaya. Ketika hendak duduk di tempat itu, ternyata ada orang lain yang lebih dahulu berada di sana. Saya mengaku bingung dan langsung bertanya kepada penumpang tersebut. Namun orang tersebut ternyata tidak sepenuhnya salah. Ia menunjukkan tiketnya kepada saya dan ternyata kami berdua mempunyai tiket yang sama persis. Tempat duduk di kursi 20A, gerbong 2, seharga Rp12 ribu, tanggal 20/08/2018 pukul 8 pagi, asal Jombang tujuan Surabaya.

Penumpang tersebut melapor ke petugas mengapa bisa ada tiket ganda yang sama persis. Ketika penumpang itu bertanya ke petugas, jawaban yang didapat pun tidak tegas. Saat itu, tidak ada petugas atau penanggung jawab yang mengetahui tentang masalah tiket ganda tersebut. Oke, saya mencari tempat duduk di kursi lain seadanya. Meskipun mungkin nanti akan diusir oleh orang yang mempunyai tiket di kursi yang saya duduki.

Tiba di stasiun Mojokerto, petugas mendatangi saya dan memberitahukan bahwa tiket milik saya ternyata ter-booking untuk tanggal 21 Agustus 2018. Petugas menjemput saya untuk turun dari kereta dan membeli tiket baru dengan alasan 'ini salah penumpang kenapa tidak dicek lagi'. Jika tiket terbooking untuk tanggal 21, kenapa di tiket dicetak tanggal 20. Saya tipe orang yang teliti dan tentu selalu mengecek tanggal keberangkatan. Sudah jelas tertulis di tiket bahwa keberangkatan adalah tanggal 20 Agustus 2018. Sebagai penumpang, saya anggap tanggal tersebut sudah benar tanpa tahu 'whats the truth behind this'. Saya harus bayar double untuk pembelian tiket. Ini jelas-jelas kesalahan dari sistem milik KAI, kenapa petugas terus menyalahkan ini adalah kelalaian penumpang.

Seharusnya jika ada kesalahan tolong dievaluasi oleh pihak terkait, bukan malah apa-apa yang disalahkan adalah konsumen. Saya sebagai konsumen sudah mengikuti peraturan dari KAI. Double tiket dan petugas, itu saja dibenahi. Fasilitas, kedisiplinan, dan kebersihan di kereta api udah oke banget. Masalah ini mungkin bisa dibenahi dengan vendor yang mengontrol penjualan tiket kereta api.